Monday, 3 June 2013
Pasar Faktor Produksi/Pasar Input
Perilaku Produsen: Teori Produksi, Biaya dan Maksimisasi Keuntungan
Jenis-jenis karakteristik pasar
PASAR: Mekanisme penentuan harga (Teori Penawaran, Permintaan dan Elastisitas)
Wednesday, 24 April 2013
Manajemen Memory ( Monoprograming s/d Pengalokasian Tak Berurutan)
Pengalokasian
berurut dengan partisi statis dengan ukuran sama
l Banyak kelemahan, antara lain:
l Proses yang ukurannya lebih besar
dari ukuran partisi tidak dapat dialokasikan.
l Sebaliknya bila ukuran proses lebih
kecil daripada ukuran partisi, maka akan terjadi pemborosan ruang memori
(Fragmentasi internal).
Pengalokasian
berurut dengan partisi statis dengan ukuran tidak sama
l Untuk mengatasi kelemahan dari
Pengalokasian berurut dengan partisi statis dengan ukuran sama, yaitu proses
ukuran kecil diletakkan ke partisi yang kecil dan sebaliknya.
l Ada 2 jenis strategi:
l Satu antrian untuk setiap partisi
l Satu antrian untuk seluruh partisi
Pengalokasian
berurut dengan partisi statis dengan ukuran tidak sama
l Satu antrian untuk setiap partisi
l Tiap proses diletakkan pada partisi
dengan ukuran terkecil yang dapat dimuatnya.
l Kelemahan:ada partisi yang memiliki
antrian panjang dan ada yang kosong.
l Satu antrian untuk seluruh partisi
l Semua proses dimasukkan pada satu
antrian yang sama
l Algoritma penjadwalan melakukan
pemilihan partisi
l Kelemahan: jika proses yang
berukuran kecil terpaksa masuk ke partisi sisa yang besar, sehingga terjadi
pemborosan ruang.
Pengalokasian
berurut dengan partisi dinamis
Ciri-ciri:
l Pada kondisi awal, memori tidak
dibagi menjadi partisi-partisi
l Pemartisian dilakukan pada saat
image proses akan disalin ke memori utama.
l Ukuran partisi yang dialokasikan
akan disesuaikan dengan ukuran image proses.
l Partisi akan dibebaskan jika program
sudah selesai.
l Keuntungan : tidak terjadi
fragmentasi internal alokasi memori disesuaikan dengan besarnya image proses.
selanjutnya bisa dilihat di http://jhonatanoktavianusug.blogspot.com/2013/04/manajemen-memory-monoprograming-sd.html
selanjutnya bisa dilihat di http://jhonatanoktavianusug.blogspot.com/2013/04/manajemen-memory-monoprograming-sd.html
Thursday, 4 April 2013
STRUKTUR SISTEM OPERASI
STRUKTUR
SISTEM OPERASI
Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditempatkan pada memori computer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan “kernel” suatu Sistem Operasi.
Kalau
sistem komputer terbagi dalam lapisan-lapisan, maka Sistem Operasi adalah
penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. Lebih jauh
daripada itu, Sistem Operasi melakukan semua tugas-tugas penting dalam
komputer, dan menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda dapat berjalan secara
bersamaan dengan lancar. Sistem Operasi menjamin aplikasi software lainnya
dapat menggunakan memori, melakukan input dan output terhadap peralatan lain
dan memiliki akses kepada sistem file. Apabila beberapa aplikasi berjalan
secara bersamaan, maka Sistem Operasi mengatur skedule yang tepat, sehingga
sedapat mungkin semua proses yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk
menggunakan prosesor (CPU) serta tidak saling mengganggu.
Pengertian dan Fungsi Open Systems Interconnect Layer (OSI)
OSI adalah standar komunikasi yang diterapkan di dalam jaringan komputer. Standar itulah yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan.
Dahulu ketika OSI belum digunakan, perangkat komunikasi yang berasal dari vendor berbeda tidak dapat saling berkomunikasi. Alat komunikasi yang diciptakan oleh IBM tidak dapat berkomunikasi dengan vendor lain. Sehingga dibentuklah standard OSI.
Dahulu ketika OSI belum digunakan, perangkat komunikasi yang berasal dari vendor berbeda tidak dapat saling berkomunikasi. Alat komunikasi yang diciptakan oleh IBM tidak dapat berkomunikasi dengan vendor lain. Sehingga dibentuklah standard OSI.
Subscribe to:
Posts (Atom)

